Bayi yang Berpuasa dan Menjadi Tanda Masuknya Bulan Ramadhan
Pada suatu Ramadhan ketika 'Abdul Qodir masih bayi, orang-orang tidak bisa melihat hilal karena tertutup oleh awan. Akhirnya untuk menentukan awal puasa, mereka mendatangi rumah Ummul Khair dan menanyakan apakah bayinya sudah makan hari ini. Saat mengetahui bayi itu tak mau makan, mereka yakin bahwa Ramadhan telah tiba.
Fathimah, ibunya 'Abdul Qodir Al-Jaelani yang dijuluki sebagai Ummur Khair (ibu kebaikan), pernah berkisah:
"Ketika aku melahirkan 'Abdul Qodir, dia tidak mau menyusu ke putingku selama siang hari di bulan Ramadhan. Saat itu, pada hari pertama bulan ramadhan, cuaca dalam kondisi tertutup awan sehingga orang-orang datang kepadaku dan bertanya tentang 'Abdul Qodir, maka aku katakan kepada mereka, bahwa dia tidak menyusu pada putingku hari ini. Hal itu kemudian menjadi isyarat yang jelas bahwa hari itu adalah awal Ramadhan." Fathimah berpegang pada tanda yang ditunjukan bayinya ini dan semua mengikutinya.
Kabar tersebut lalu menyebar luas, bahwa seorang bocah yang bernama 'Abdul Qodir lahir dengan membawa berbagai kemuliaan, dan bahwa ia adalah bayi yang tidak mau menyusu di siang hari di bulan Ramadhan. Dan dikabarkan pula, bahwa sang ibunda mengandungnya di usia 60 tahun. Dikatakan bahwa, tidak mungkin ada wanita yang bisa hamil di usia 60 tahun, kecuali dia wanita Quraisy, dan tidak ada wanita yang bisa punya anak di usia 50 Tahun, kecuali dia pasti wanita Arab.
Inilah salah satu awal keistimewaan yang dimiliki oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dimulai sejak masih bayi.
Buku karya : Ibnu Watiniyah
Fathimah, ibunya 'Abdul Qodir Al-Jaelani yang dijuluki sebagai Ummur Khair (ibu kebaikan), pernah berkisah:
"Ketika aku melahirkan 'Abdul Qodir, dia tidak mau menyusu ke putingku selama siang hari di bulan Ramadhan. Saat itu, pada hari pertama bulan ramadhan, cuaca dalam kondisi tertutup awan sehingga orang-orang datang kepadaku dan bertanya tentang 'Abdul Qodir, maka aku katakan kepada mereka, bahwa dia tidak menyusu pada putingku hari ini. Hal itu kemudian menjadi isyarat yang jelas bahwa hari itu adalah awal Ramadhan." Fathimah berpegang pada tanda yang ditunjukan bayinya ini dan semua mengikutinya.
Kabar tersebut lalu menyebar luas, bahwa seorang bocah yang bernama 'Abdul Qodir lahir dengan membawa berbagai kemuliaan, dan bahwa ia adalah bayi yang tidak mau menyusu di siang hari di bulan Ramadhan. Dan dikabarkan pula, bahwa sang ibunda mengandungnya di usia 60 tahun. Dikatakan bahwa, tidak mungkin ada wanita yang bisa hamil di usia 60 tahun, kecuali dia wanita Quraisy, dan tidak ada wanita yang bisa punya anak di usia 50 Tahun, kecuali dia pasti wanita Arab.
Inilah salah satu awal keistimewaan yang dimiliki oleh Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani dimulai sejak masih bayi.
Buku karya : Ibnu Watiniyah
Komentar
Posting Komentar